Foreign Language Student Forum, forum yang digagas sebagai ruang temu ilmiah bagi mahasiswa pendidikan bahasa asing ini kembali digelar tahun ini dengan mengusung semangat kolaboratif, partisipatif, dan inovatif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi dan diskusi hasil penelitian serta tren terkini dalam pendidikan bahasa asing, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kompetensi dan jejaring akademik lintas institusi.
Pembukaan 2nd Foreign Language Student Forum
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari ketua APBAPI, Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, MA, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi aktif seluruh peserta. Dalam kesempatan ini, beliau juga menekankan pentingnya forum ini sebagai bentuk kontribusi mahasiswa pascasarjana terhadap dunia pendidikan bahasa asing, terutama di era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang. Suksesnya pelaksanaan 2nd Foreign Language Student Forum ini tidak lepas dari peran pengurus APBAPI yang solid dan terkoordinasi secara profesional.
Dalam sambutannya, Ketua APBAPI menyampaikan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa dan menyatakan komitmen APBAPI untuk terus menjadi mitra strategis dalam mengembangkan ruang-ruang diskusi ilmiah seperti forum ini.

Selain itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya, Syafi'ul Anam, Ph.D. juga memberikan sambutan mewakili Universitas Negeri Surabaya sebagai institusi penyelenggara kegiatan ini. Dalam sambutannya, Syafi'ul Anam, Ph.D. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tahunan oleh APBAPI ini.
Ahmad Munir, M.Ed., Ph.D. selaku sekertaris APBAPI yang menjadi pembina dan penanggung jawab pelaksanaan kegiatan turut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas antusiasme para peserta, dedikasi dan kerja keras dari panitia, serta kualitas materi yang disajikan dalam forum ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa memiliki potensi besar dalam menggerakkan diskusi ilmiah dan kolaborasi internasional di bidang pendidikan bahasa. Ahmad Munir, M.Ed., Ph.D. juga menyampaikan harapan besar terhadap penyelenggaraan 3rd Foreign Language Students Forum yang rencananya akan digelar tahun depan. Ia mendorong agar forum selanjutnya bisa melibatkan lebih banyak negara mitra, menghadirkan tema yang lebih spesifik dan kontekstual, serta memperluas dampaknya tidak hanya di lingkup akademik, tetapi juga dalam praktik pengajaran di lapangan.
Forum ini menghadirkan 2 pembicara kunci dari universitas terkemuka, Prof. Deshinta Arrova Dewi, Ph.D. dari INTI International University (Malaysia) dan Prof. Dra. Pratiwi Retnaningdyah, M.Hum., M.A., Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya (Indonesia). Mereka membawakan materi tentang tren terkini dalam pengajaran bahasa asing. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti sesi ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama diskusi berlangsung. Beberapa bahkan menyampaikan ketertarikan untuk menerapkan ide-ide tersebut dalam penelitian skripsi maupun proyek pembelajaran di kampus masing-masing.

Dalam sesi paralel, mahasiswa pascasarjana dari berbagai institusi membagikan hasil penelitian mereka, praktik terbaik pengajaran, dan proyek inovatif yang mereka kembangkan di kampus masing-masing. Sesi ini terpantau berlangsung interaktif, yang dibuktikan dengan keaktifan peserta dalam sesi diskusi. Keberhasilan forum ini tak lepas dari keragaman peserta yang hadir. Mahasiswa pascasarjana dari beragam universitas di Indonesia hadir. Tak kalah penting, beberapa peserta dari luar negeri juga turut memeriahkan acara ini. Beberapa topik yang menjadi sorotan antara lain:
- Language and Communication in a Digital Context
- Culture, Identity, and Global Citizenship
- Pedagogical Innovation and Digital Transformation
- Research, Policy, and Practice in a Globalized Education Landscape
- Technology and the Decolonialisation of Knowledge
- Other Related Topics on Foreign Language Teaching
Dengan berakhirnya 2nd Foreign Language Student Forum, tersirat harapan besar bahwa ruang-ruang dialog akademik seperti ini dapat terus tumbuh dan menjangkau lebih luas. Di tengah tantangan era digital, forum ini telah menegaskan bahwa forum ini bukan hanya sekadar ajang akademik, tetapi juga menjadi simbol optimisme bahwa generasi muda, khususnya para mahasiswa bahasa asing, siap mengambil peran aktif dalam membangun pendidikan inklusif berkualitas untuk mendukung Indonesia Emas dan sustainable development goals (SDG's) melalui bahasa, pendidikan, dan budaya.