
Asosiasi Perguruan Bahasa Asing Perguruan Indonesia (APBAPI) secara resmi mengumumkan dibukanya pendaftaran untuk agenda tahunan bergengsi bertajuk The 2nd Foreign Language Students Forum. Setelah sukses besar pada penyelenggaraan perdana, forum ini kembali hadir dengan semangat mempertemukan pelajar bahasa asing dari berbagai institusi di seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, serta memperluas jaringan dalam suasana akademik yang inspiratif dan inklusif.
Tema utama forum tahun ini bertajuk Crossing Borders in the Digital Era. Tersurat dari tema besar tersebut, pengurus APBAPI dan panitia kegiatan mengajak peserta untuk merefleksikan bagaimana bahasa, budaya, dan pedagogi saling berkontribusi dalam tantangan global yang menuntut digitalisasi. Tema ini dibagi ke dalam enam subtema yang dirancang untuk mencakup spektrum isu-isu yang lebih luas.
- Language and Communication in a Digital Context
- Culture, Identity, and Global Citizenship
- Pedagogical Innovation and Digital Transformation
- Research, Policy, and Practice in a Globalized Education Landscape
- Technology and the Decolonialisation of Knowledge
- Other Related Topics on Foreign Language Teaching
Message from the Board.
A Call to Postgraduate Students.

“Showcase your linguistic expertise and perspectives on an international academic stage.”
Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, MA - Universitas Pendidikan Ganesha
(Chairperson of APBAPI)

“Expand your global insight and network by joining this international forum for foreign language postgraduate students!”
Ahmad Munir, M.Ed., Ph.D. - Universitas Negeri Surabaya
(Secretary of APBAPI)
Keynote Speakers


Forum ini terbuka bagi mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3) dari program studi bahasa asing di seluruh dunia. Melalui forum bergengsi ini, APBAPI mendorong partisipasi dari berbagai latar belakang bahasa.
Dengan dibukanya registrasi The 2nd Foreign Language Students Forum, APBAPI berharap dapat memperluas partisipasi dan memperkuat kolaborasi antar-perguruan tinggi di seluruh dunia. Forum ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya mempertemukan mahasiswa, tetapi juga membentuk komunitas akademik yang progresif dan inklusif.